Minggu, 12 Desember 2010

Quo Vadis SDM Grafika Nasional (refreshed artikel di group facebook Beranda ATGMI)


Standarisasi proses cetak ala PSO, yang ditulis oleh FOGRA untuk federasi percetakan di Jerman(BvDM) dan diperkenalkan di Indonesia oleh ATGMI sedikitnya mendapat tanggapan yang positif, ketertarikan pengusaha grafika dalam menerapkan UGRA PSO/ISO 12647-2 bukanlah semata untuk mengejar satu lembar sertifikat yang bergengsi internasional (http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&gid=194663919484#/topic.php?uid=194663919484&topic=12412)

Pengusaha grafika pasti juga akan tertarik, apabila janji pencapaian Make Ready Time (MRT <30' tanpa melihat proof) serta pengurangan waste bahan maupun waktu serta perbaikan komunikasi antar departemen serta perusahaan dengan pelanggan setelah penerapan PSO/ISO 12647-2

Investasi untuk:
- perangkat pengukuran, 

- perangkat pengontrolan
- kendali mutu (Quality Assurance),
- bahan cetak yang baik,
- dan perlengkapan produksi untuk menerapkan PSO/ISO 12647-2 bukanlah suatu kendala bagi perusahaan dibandingkan dengan penghematan yang didapat.

Namun pertanyaan yang paling esensial timbul:
- apakah SDM yang ada sudah siap?
- bagaimana mempersiapkan SDM menghadapi PSO/ISO 12647-2? via Pelatihan?
- apakah tersedia SDM yang siap PSO/ISO 12647-2? bagaimana dengan lulusan SMK? Politeknik? Akademi?

Sepintas timbul ide:
- untuk menyediaan pelatihan bagi SDM yang memiliki potensi untuk menerapkan PSO
- membuat jenjang pendidikan intensif pendek semacam D1
- meningkatkan kemampuan dosen/pengajar/guru di smk maupun perguruan tinggi

Pembagian subsistem pada PSO memang membantu dalam menentukan satuan kompetensi dalam manajemen produksi, dan satuan kompetensi ini dapat diteruskan menjadi satuan mata kuliah di jenjang pendidikan teknik grafika; tentu pendidikan teknik dasar yang mendukung tidak dapat diabaikan seperti: matematika, statistika, fisika, kimia dan komputer

Untuk itu salah satu komisi dalam ATGMI haruslah dapat membuat usulan kerangka perkuliahan "Teknik Grafika" yang dapat menjawab kebutuhan industri sesuai dengan penerapan standar PSO/ISO 2647-2

Sementara itu ATGMI telah menjalankan program-programnya secara rutin, antara lain:
-      Workshop Color Management System (CMW) yang telah diadakan 2 kali di Bandung dan Jakarta
-      Lokakarya Standar Operasi Cetak (SOC) yang telah dilaksanakan 2 kali pada tanggal 15 – 16 Desember 2010 di Hotel Mega Anggrek, Jakarta dan tanggal 11 - 12 Januari 2011 di Fave Hotel, Denpasar. Lokakarya ini merupakan upgrading lokakarya kecil Ink Water Balance (IWB) yang sempat dilaksanakan sebanyak 4 kali, yaitu di Cikarang, Solo, Surabaya dan Medan

Penjelasan dan demo penggunaan alat ukur warna - Spectrophotometer

Teori Warna


let's share....

1 komentar:

  1. Bagus referensi artikelnya, bisa dipakai buat ke depannya buat bisnis saya, terimakasih, kunjungi juga halaman kami di Rizang Pariwara

    BalasHapus